Welcome to my blog

Sabtu, 08 Februari 2014

SAN Group adalah kelompok usaha yang didirikan oleh Bp. H. HASANUDDIN ADNAN yang dirintis sejak tahun 1978. Usaha ini dimulai dari usaha angkutan barang (Ekspedisi) dengan 2 (dua) unit light truck sampai memiliki 14 unit truck besar. Pada saat yang sama, Bp. H. HASANUDDIN ADNAN masih bekerja sebagai PNS dikantor PEMDA Propinsi Bengkulu dan menjabat sebagai kepala bagian kendaraan di Biro Umum Propinsi Bengkulu (sampai dengan tahun 1984).
Sejalan dengan program membebaskan Bengkulu dari isolasi dan dengan berkembangnya pembangunan Propinsi Bengkulu di era 1982-1983, Bp. H. HASANUDDIN ADNAN mulai merintis usaha angkutan penumpang umum.  Pada saat yang sama, PEMDA Propinsi  Bengkulu sedang menggalakkan program transmigrasi terutama dalam menunjang bedol desa pembangunan  waduk Gajah Mungkur (Wonogiri) sehingga transportasi darat menjadi pilihan utama pada saat itu.
Sampai saat ini divisi transportasi SAN Group yang lebih dikenal dengan nama PO. SAN (PO. SILIWANGI ANTAR NUSA), telah memiliki 43 unit bus dengan berbagai rute Sumatera dan Jawa. Penanganan divisi ini sekarang telah dipercayakan pada generasi kedua SAN Group, yaitu kepada KURNIA LESANI ADNAN (Putera ke-tiga dari Bp. H. HASANUDDIN ADNAN).
PO. SAN mulai fokus mengembangkan divisi transportasinya sendiri tepatnya sejak tahun 1992 dengan menggunakan 4 unit Mazda T4000, 2 unit Colt Diesel 120PS, 2 unit Isuzu Bisson TLD, dan 1 unit Mercy 508D. Konsep awal pemasaran pada saat itu adalah pelayanan antar jemput “door to door” yang melayani trayek jurusan Bengkulu – Jakarta pp, Bengkulu – Padang pp, dan Bengkulu – Palembang pp.
Di tahun 1993, bisnis PO. SAN berkembang seiring dengan disetujuinya SK trayek untuk bus AKAP jurusan Bengkulu – Jakarta (Pulo Gadung) pp yang dilayani dengan 4 unit armada Mitsubishi RM 117 type terbaru dengan kelas pelayanan Eksekutif. Pada bulan Mei 1994, PO. SAN menambah armada nya dengan 2 unit Mitsubishi RM 117, 3 unit Nissan RB87, dan 3 unit Mitsubishi Colt Diesel 120PS untuk mengisi trayek Bengkulu – Jakarta pp via Liwa.
PO. SAN terus memperkuat pasar pelayanannya antara lain dengan penambahan trayek Bengkulu – Solo – Ponorogo pp dan Bengkulu – Bukit Tinggi di tahun 1995. Untuk memperluas eksistensi nya, di tahun 2002  PO. SAN membuka jalur Bengkulu – Pekan Baru pp. Pengembangan untuk wilayah Pekanbaru terus menunjukkan grafik yang menggembirakan sehingga Manajemen memutuskan untuk memindahkan sebagian besar basis armadanya ke Pekanbaru di tahun 2004, termasuk seluruh unit Volvo B7R yang melayani kelas eksekutif Dumai – Pekan Baru – Jogja – Solo pp. Trayek lain yang dilayani dari Pekanbaru adalah Pekanbaru – Bandung – Solo – Blitar dengan armada Hino RG.
Pengembangan usaha lainnya adalah dengan melayani kontrak angkutan karyawan dari perusahaan besar di propinsi Riau dan DKI Jakarta. Diantaranya adalah subkontraktor angkutan karyawan RAPP dari Maret 2003 sampai dengan September 2005.
Di tahun 2002 tersebut, PO. SAN sebagai bisnis utama group ini diperkuat dengan bergabungnya KURNIA LESANTI ADNAN (Puteri pertama dari Bp. H. HASANUDDIN ADNAN) yang menangani manajemen dan kuangan secara menyeluruh.
Dari sebuah bisnis keluarga yang dikelola secara tradisional, PO. SAN berhasil menjadi bisnis transportasi yang profesional. Dengan visi “Transport with Care” (transportasi yang peduli), PO. SAN memberikan prioritas  utama pada peningkatan sumber daya manusia. Manajemen percaya bahwa sumber daya manusia yang handal akan membawa perusahaan menjadi bisnis transportasi yang terdepan karena mutu pelayanan kepada pelanggan.
Dalam pengembangan usaha SAN Group juga di rintis usaha bidang lain yaitu PT.SANINDO KURNIA BUANA SEMESTA WISATA (SANINDO WISATA). Biroperjalanan ini di percayakan kepada KURNIA LESANDRI ADNAN (Putera ke dua dari Bp.H.HASANUDDIN ADNAN).
Group ini pernah pula mengembangkan usaha bisnisnya pada  bidang  peternakan yaitu PT. SANLIMA ANTAR NUSA yang bergerak dibidang penggemukan penggemukan sapi (Cattle Feedlot), dimana sapi yang akan digemukkan tersebut didatangkan dari Australia. Sayangnya usaha ini terpaksa mengalami stagnasi sampai sekarang akibat dari krisis moneter (lonjakan fluktuasi dollar).
Usaha lain yang juga di rintis oleh putera kedua Bp. H. HASANUDDIN ADNAN adalah usaha di bidang perdagangan umum, jasa konstruksi & pengadaan di bawah bendera PT.SANLIMA ANTAR NUSA.
Di bulan Maret 2004, bentuk badan usaha CV. SILIWANGI ANTAR NUSA telah ditingkatkan badan hukumnya menjadi PT. (Perseroan Terbatas) dengan nama PT. SAN PUTRA SEJAHTERA. Badan usaha ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung dan payung bagi semua perusahaan milik Bp. H. HASANUDDIN ADNAN.
Sampai saat ini tahun 2010 PT. San Putra Sejahtera terus berkembang dan melakukan berbagai inovasi dan sudah memiliki lebih kurang 70 unit bus dari berbagai tipe dan merek diantaranya :
  1. Volvo B7R
  2. Mercedes Benz
  3. Dongfeng
  4. Mitsubishi
Armada baru ini sudah menggunakan “monocoque construction” (tanpa Chasis) yang membuat bagasi menjadi lebih luas, dilengkapi air suspension, rem ABS, Toilet, DVD, TV, serta menggunakan tekhnologi mesin UERO 2, dalam waktu dekat juga akan ditambah dengan armada Mercedes Benz tipe terbaru yang mengunakan mesin EURO 3, untuk melayani berbagai rute yang sudah ada diantaranya :
  1. Bengkulu – Jakarta Via Liwa
  2. Bengkulu – Padang Via Lubuk Linggau
  3. Bengkulu – Bukit Tinggi Via Lubuk Linggau
  4. Bengkulu – Bukit Tinggi Via Muko-muko
  5. Bengkulu – Pekanbaru Via Lubuk Linggau
  6. Bengkulu – Solo Via Lubuk Linggau
  7. Pekanbaru – Solo Via Lintas Timur
  8. Bengkulu – Jambi
  9. Bengkulu – Jakarta Via Lubuk Linggau ( masih dalam tahap perencanaan )
diharapkan kedepan PO. SAN dapat berkembang lebih pesat dengan kekuatan armada yang semakin bertambah, tiga kantor cabang yang sudah dibuka di Pekanbaru dan Solo selain Bengkulu, Manajemen yang semakin baik, serta di dukung oleh karyawan yang mempunyai dedikasi yang tinggi kepada perusahaan.
PO. SAN sejak tahun 2009 juga sudah membuat terobosan untuk memanjakan penumpangnya diantaranya dengan membuat program undian tiket berhadiah yang bekerja sama dengan PT Deltomed selaku produsen produk Antangin, yang berlanjut tahun 2010 ini.
Demikianlah profil singkat perkembangan PT. SAN Putra Sejahtera atau yang lebih dikenal dengan nama PO. SAN.

Rabu, 05 Februari 2014

 
SI TENAGA BESAR DARI NEGERI TIRAI BAMBU
 
09 Maret 2012


(Jakarta – haltebus.com) Teknologi bus semakin berkembang, mulai dari emisi, tenaga hingga fitur-fitur tambahan yang kesemuanya mempermudah pengendalian bus. Dari beberapa negara pemasok mesin yang beredar di Indonesia, China termasuk salah satu yang berkembang. Sejak memperkenalkan teknologinya di tahun 2000-an awal, kini pabrikan asal China, Golden Dragon menghadirkan chassis bertenaga besar. “Sejak akhir tahun lalu kami menawarkan mesin bertenaga 330 HP, bermesin standar Euro-3, dengan fitur suspensi udara,” kata Manajer Pemasaran PT. Indo Dongfeng Motor, Erko Sudiarso, Selasa (6/3/12) di sela-sela roadtest chassis terbaru Golden Dragon.

PT. Indo Dongfeng Motor adalah salah satu pemasok mesin dan chassis bus asal China yang merintis penjualan di Indonesia sejak tahun 2004. Perusahaan ini mengawali bisnisnya, dengan memasok mesin-mesin diesel. Karena permintaan terus berkembang, akhirnya sayap usaha mereka berkembang ke mesin bus.

Menurut Erko, mereka memperkenalkan chassis Golden Dragondengan mesin bertenaga 330 HP berstandar Euro-3 pada November 2011 lalu. Sebelumnya, mereka merilis chassis yang menyandang mesin bertenaga 300 HP berstandar Euro-2. Seolah tak kalah dengan pabrikan asal Eropa yang menghadirkan mesin bertenaga besar sejak lima tahun terakhir. ”Kami tawarkan mesin bertenaga besar karena memang ada permintaan,” ujarnya.

Pada roadtest kali ini, bus berkaroseri Laksana model Legacy SR-1 menyandang mesin YC6L 330-30, enam silinder segaris berkapasitas 8.424 cc dengan torsi maksimum 1280Nm/1400 RPM, pada putaran mesin 2200 RPM. Bermain di RPM rendah, kemampuan mesin YC6L 330-30 ini cukup terasa di beragam jenis medan. Rute yang di tempuh dalam roadtest memiliki ragam karakter, yakni Jakarta – Sadang – Subang – Tangkuban Perahu – Bandung – Jakarta. 

Di jalan datar, laju bus tak menemui halangan berarti. Melewati keramaian pagi Tol Jakarta Cikampek hingga Sadang dengan kecepatan 120 Km/jam mudah dicapai. Dengan kecepatan rata-rata 100 Km/jam bus tetap stabil saat bermanuver di jalan bebas hambatan. Batas kecepatan maksimum yang diformat oleh perangkat komputer ini, memang ada di angka 120 atau pada Rpm 2200, pada posisi persneling enam.”Tenaganya lumayan besar, saat menyalib manuver bus ini gak kalah dengan pabrikan Eropa. Berani diadu,” kata Hermawanto Amran yang pagi itu menjajal kemampuan Golden Dragon.

Kecepatan 120 Km/jam pada posisi persneling enam (tertinggi) ternyata juga dicapai saat jalan mulai menanjak di lepas KM 60 tol Cikampek ke arah Bandung. Tanpa memindahkan tuas persneling ke posisi lima, bus melaju cukup mulus hingga pintu tol Sadang. Tak ada raungan mesin yang terdengar di bagian belakang bus. Suspensi udara juga bekerja cukup baik, bus tetap stabil walau harus zig-zag pada kecepatan 80 Km/jam. 

Melewati Sadang hingga Subang, jalan yang sempit, berliku, diwarnai tanjakan dan turunan sempat menahan laju bus. Lepas kota Subang, jalan menanjak nan panjang dilahap dengan posisi gigi persneling lima, pada 1500 – 2000 RPM tanpa kehilangan tenaga. Pada posisi itu, kecepatan bus bisa mencapai 60 Km/jam. 

Kurnia Lesani Adnan, pengemudi kedua yang menjajal kemampuan bus sempat terkejut dengan tenaga mesin dari negeri tirai bambu itu. ”Nafasnya panjang di posisi gigi persneling empat untuk jalan yang menanjak panjang, tuas dipindah ke posisi lima juga tak masalah jika tanjakan cenderung landai,” kata dia.

Keterkejutan Sani, panggilan akrab Kurnia, cukup mengherankan karena PO Siliwangi Antar Nusa yang dikomandoinya sudah sangat hafal dengan mesin-mesin asal China. Keheranannya berlanjut saat bus melewati jalan Cagak yang terkenal memiliki tanjakan yang cukup panjang. Tanpa perlu memindah tuas persneling dari posisi empat, bus melaju mulus. 

Di tanjakan Emen, juga tak ada hambatan berarti. Saat sebuah minibus angkutan setempat berhenti mendadak, hanya memindah tuas ke persneling tiga dari posisi berhenti beberapa detik dalam posisi menanjak bus tak kehilangan tenaga. Satu-satunya jalan terjal yang mengharuskan Sani memindah tuas persneling ke posisi tiga adalah tanjakan panjang menjelang kawasan Wisata Tangkuban Perahu. Meski terlihat tak curam, panjangnya jalan menanjak selepas Ciater itu memaksa bus melaju pada kecepatan 40 Km/jam di Rpm 1300 -1500. ”Gak sangka tenaga begitu besar, gak kalah dengan transmisi otomatis, gak kehilangan tenaga,” katanya sambil menggelengkan kepala.

Tenaga yang besar yang disandang Golden Dragon model XML6127D53, sebenarnya sudah dilengkapi dengan fitur keamanan, khususnya untuk mengendalikan laju kendaraan. Selain ABS, ada pula retarder atau pengereman dengan bantuan mesin. Sayangnya empat tingkat percepatan retarder, pada saat roadtest sesekali kurang membantu pengereman. Butuh kelihaian pengemudi dalam mengendalikan karakter si Naga Emas ini.

Dengan tenaga yang besar bagaimana konsumsi bahan bakarnya? Erko menjawab, “Soal bahan bakar rata-rata ada di kisaran 1 liter untuk 3 – 5 Km, tergantung karakter pengemudi.” Erko yakin, dengan harga chassis yang berada pada harga Rp. 700 juta-an,Golden Dragon bisa bersaing dengan pabrikan lain yang sudah lebih dulu eksis di Indonesia. Apalagi, teknologi dan kemampuan yang ditawarkan cukup menarik. 

Satu lagi tawaran menarik lainnya adalah chassis spaceframe yang memungkinkan bus yang dibangun di karoseri memiliki ruang bagasi yang luas. Empat pintu bagasi bawah saling terhubung alias 'bolong' tanpa ada chassis yang menghalangi. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh haltebus.com, penetrasi Golden Dragon cukup signifikan. Sejak diperkenalkan sekitar lima bulan lalu, chassisXML6L127D53 bertenaga mesin 330 HP Euro-3 sudah dipesan 20 unit. Di luar itu masih ada chassis XML6127D52 bertenaga 300HP Euro-2 yang juga laris dipesan sepanjang semester kedua 2011 lalu. Untuk kedua tipe
 ini pembeli harus menunggu hingga tiga bulan lamanya.

Tak salah jika tahun 2012 ini disebut tahun pertarungan teknologi bus di Indonesia. Dalam kurun beberapa tahun terakhir pabrikan bus menawarkan teknologi baru. Beragam fitur, dengan keunggulan masing-masing, ditawarkan oleh pabrikan, tinggal bagaimana perusahaan bus mendefinisikan kebutuhan berdasarkan pelayanan mereka untuk masyarakat pengguna bus.

Sumber : http://www.haltebus.com/detail159.html

Minggu, 02 Februari 2014

Bruno Mars

Terlahir dngan nama Peter Gene Hernandez atau lebih di kenal dengan nama Bruno Mars (lahir 8 Oktober 1985; umur 25 tahun) adalah penyanyi Pop, Hip-Hop, Soul, R&B dan pencipta lagu California, Amerika Serikat kelahiran Hawaii. Ia mulai terkenal saat berduet dengan B.o.B dalam lagu “Nothin’ On You dan saat merilis singlenya “Just The Way You Are”. Jangan sangsikan musikalitasnya, karena dia juga berasal dari keluarga yang gemar seni, khususnya musik. Ayahnya, Pete, seorang New Yorker, adalah pemain perkusi. Ibunya, Bernie, berdarah Filipina keturunan “Puerto Rico”, adalah seorang penari hula.

Pete dan Bernie memiliki 6 orang anak dan mengenalkan mereka pada berbagai jenis musik, reggae, rock, hip hop, dan R&B. Khusus untuk anaknya yang bernama Peter Gene Hernandez, Pete memanggilnya dengan nama Bruno, berhubung saat berusia 2 tahun, sang bayi bertubuh gempal, mirip dengan pegulat terkenal zaman itu, Bruno Sammartino. Nama itu yang kemudian dipilihnya sebagai nama panggungnya. Dan ketika memikirkan nama belakang untuk Bruno, dia langsung teringat akan para gadis yang menyebutkan dirinya bukan berasal dari bumi, yang lantas membuatnya terpikir akan Mars. Dan jadilah, Peter Gene Hernandez menjadi Bruno Mars, seperti yang kita kenal sekarang. Dia kelahiran 8 Oktober 1985. Dan dalam 25 tahun kehidupannya, hampir apa saja sudah dilakukannya dalam rangka mengasah kemampuan bermusiknya. Dari usia muda, dia sudah tampil meniru dan menyanyikan lagu-lagu Michael Jackson, Elvis Presley, The Isley Brothers, dan The Temptations. Saat usia sekolah, dia memperdalam kegemarannya terhadap Elvis, sekaligus memperluas pengetahuan musiknya lewat Prince dan The Police.


Usai menyelesaikan sekolahnya, dirinya pun hijrah ke Los Angeles untuk mewujudkan American Dream-nya. Dan Dewi Fortuna berpihak padanya, saat tahun 2006 lalu dirinya berkenalan dengan Aaron Bay Schuck, yang kemudian menjadi manajernya dan menawari kontrak di bawah nauangan “Atlantic Records”. Bruno Mars berada dalam jalur yang tepat menuju kesuksesan! Apa yang harus ia lakukan sebagai langkah awal mencapai cita-citanya dalam industri ini? Tidak serta merta menjadi penyanyi, Bruno memulai dengan menulis lagu untuk penyanyi lain. Di muncul di credit untuk album Alexandra Burke (’Perfect’ from “Overcome”), Travie McCoy (”We’ll Be Alright’ from “Lazarus”), Brandy (’Long Distance’ from “Human”), empat
buah lagu untuk album “Tomorrow” milik Sean Kingston, juga mega hit Right Round dari album “ROOTS” oleh Flo Rida. He’s the bomb. Dan kalau itu semua belum cukup, dirinya juga menyumbangkan karyanya untuk album Sugababes yang berjudul “Sweet 7″, adalah single “Get Sexy” yang merupakan karya terakhir girlband tersebut dengan seorang original member di dalamnya, “Keisha Buchanan”. Bruno pun mulai menjalal kemampuan vokalnya dengan menyediakan vokal latar di lagu tersebut. Selain itu, bersama “Philip Lawrence” dan “Ari Levine” dibentuklah trio “The Smeezingtons” yang memproduseri sebagian besar dari karya tulis Bruno.

Semakin PD dengan kemampuannya di balik layar, mengapa tidak muncul sebagai vokal tamu. Maka dimulailah kemunculan nama Bruno Mars sebagai guest appearance untuk album “Far East Movement” “Animal” di lagu ‘3D’, dan juga debut “Jaeson Ma” ‘Love’. Menang, ini masih kurang mengangkat kepopuleran Bruno ke permukaan, tapi selanjutnya, tidak ada yang bisa menghentikannya. Kita pertama tau dirinya dan vokalnya yang kuat dan seksi dari single nomor 1 “B.o.B”, Nothin’ On You juga solo debut Travie McCoy ‘Billionaire’. Kita dibuat lebih tertarik padanya ketimbang pada penyaji utama kedua single tersebut. Dan ini semua cukup untuk menjadi landasan yang kuat untuk tampil sendiri. Just The Way You Are pun diluncurkan pada pertengahan tahun lalu. Dan hasilnya bigger than ever. Jadi juara di berbagai tangga lagu di berbagai belahan dunia. Lagu ini memiliki chorus yang dahsyat, melodi dan lirik yang memorable, dan menampilkan yang terbaik dari Bruno Mars. “”He’s on the way to top and there’s no sign of stopping!””


Untuk Grammy Awards tahun ini, kita dibuat tercengang dengan munculnya Bruno Mars dalam 6 kategori. “Best Rap Song, Best Rap/Sung Collaboration”, dan “Record Of The Year” untuk ‘Nothin’ On You’, “Record Of The Year” dan “Song Of The Year” untuk ‘F–k You’ yang dinyanyikan oleh Cee-Lo Green, “Best Male Pop Vocal Performance” untuk Just The Way You Are, dan “Producer Of The Year Non-classical” untuk trio The Smeezingtons. Ini bisa jadi menambah koleksi penghargaan yang diraihnya, setelah sebelumnya menyabet Soul Train Music Awards. Album debutnya “Doo-wops & Hooligans” yang berisi 12 track pun dirilis pada akhir Januari 2011 ini di Indonesia. Dan dalam menyambut kemeriahana tas kesuksesan pria seksi 25 tahun ini, CreativeDisc memilihnya sebagai sorotan selama sebulan penuh dalam Artist Of The Month! Single keduanya “Grenade” pun enggak kalah sukses. Jadi nomor 1 di berbagai tangga lagu di berbagai negara di Eropa, Australia, Asia, dan Amerika. We don’t have to think too much of where that voice coming from, cause we’re here to enjoy the month of love with his singing! It’s Bruno Mars!!!


Sumber : http://kolom-biografi.blogspot.com/2011/09/biografi-bruno-mars.html
PO CTU (CITY TRANS UTAMA)
 
Tanggal 23 Mei 2008 menjadi titik mula perjalanan perusahaan bis pariwisata ini, dengan bermodal satu unit armada, visi, misi serta pelayanan, fasilitas, kebersihan dan kenyamanan.

Dengan satu unit bis ex armada PO Doa Ibu menggunakan mesin Hino RG tahun 2002 berbalut body karoseri Mayasari, dibawah manajemen Bapak Hamdani, City Trans Utama langsung terjun di industri transportasi bis pariwisata di kota Bandung yang saat itu belum  menggunakan brand City Trans Utama (CTU).

Seiring dengan waktu, usaha jasa angkutan bis ini mulai di lirik oleh pangsa pasar industri  pariwisata,  permintaan untuk sewa bis pariwisata dari konsumen yang semakin meningkat. Perusahaan pun tidak tinggal diam dan langsung menanggapi dengan  menambah unit bis untuk memenuhi permintaan konsumen bis pariwisata.

Tidak harus menunggu lama, pada tanggal 27 Desember 2008 di luncurkan 2 unit bis dengan menggunakan mesin Hino jenis RKT  berbalut bodi model Skania karoseri Restu Ibu (RI), selanjutnya pada tanggal 7 Februari 2009 kembali 2 unit dengan spek yang sama di luncurkan guna menambah jajaran armada perusahaan ini hingga total berjumlah 5 unit bis.

Pergerakan usaha jasa angkutan bis pariwisata ini tidak hanya sampai di sini saja, tapi terus melakukan pengembangan, tepatnya pada tanggal 7 Maret 2009 mulai meluncurkan kembali unit terbaru. RK8 R235  mesin Hino jenis terbaru pada saat itu menjadi pilihan dengan menggunakan bodi produk karoseri Rahayu Sentosa.

Dimulai dari saat itu penamaan unit City Trans Utama (CTU) diberlakukan. Untuk perdananya 2 unit RK8 R235 dengan bodi Evolution Rahayu Sentosa di beri kode CTU 1 dan CTU 2, penambahan armada terus di lakukan, tanggal 14 Maret 2009 di luncurkan CTU 3, CTU 4, dan CTU 5, tanggal 15 Maret 2009 di datangkan juga 1 unit model Skania karoseri Restu Ibu (RI), tanggal 26 Maret 2009 di luncurkan CTU 6, tanggal 26 Mei 2009 di luncurkan CTU 7, CTU 8, CTU 9, dan CTU 10, tangal 8 Desember 2009 di luncurkan CTU 11 dan CTU 12, tanggal 10 Desember 2009 di luncukan CTU 14 (tidak menggunakan pengkodean CTU 13), tanggal 12 Desember di luncurkan CTU 15 dan CTU 16. Untuk unit CTU 16 ada keistimewaan tersendiri, karena ini adalah unit pertama dengan basic mesin Hino yang menggunakan transmisi Matic .

Ketika Karoseri Laksana sedang meluncurkan produk terbarunya yaitu model Legacy, City Trans Utama pun menjadi pelopor bis pariwisata di kota Bandung yang menggunakan jenis model ini, dengan tetap menggunakan basic mesin Hino dengan jenis varian RK8 R235 dan RK8 R260, pada tanggal 23 Des 2009 di luncurkan Legacy pertama dengan kode CTU 17, tanggal 24 Desember 2009 di luncurkan CTU 18, tanggal 14 Maret 2010 di luncurkan CTU 19 dan CTU 20, tanggal 1 April 2010 di luncurkan CTU 21, CTU 22, CTU 22A, CTU24, CTU 25, CTU 26, dan CTU 27, tanggal 2 April 2010 di luncurkan CTU 28 dan CTU 29, tanggal 4 Desember 2010 kembali meluncurkan varian Hino Matic dengan kode CTU 30.

Bersamaanya dengan di luncurkan Legacy menggunakan model transisi matic (CTU 30), City Trans Utama meluncurkan juga unit terbaru dari karoseri Adiputro dengan model New Marcopollo dengan Mesin Hino RK8 R260 sebanyak 5 unit yaitu CTU 31, CTU 32, CTU 32A, CTU 34, dan CTU 35, tanggal 16 Desember 2010 di luncurkan 6 unit lagi yaitu CTU 36, CTU 37, CTU 38, CTU 39, CTU 40, dan CTU 41

Tidak saja pengadaan armada baru, pelayanan dan kebersihan sangat menjadi perhatian pihak manajemen. Dari segi fasilitas untuk setiap armadanya pun mendapat perhatian lebih, seperti audio di masing-masing unit serta fasilitas bantal dan selimut.

Untuk melengkapi permintaan konsumen yang beragam, pihak perusahan juga menyediakan armada dengan beberapa pilihan jumlah seat. Untuk yang tersedia saat ini adalah bis dengan jumlah seat 27, 28, 47 dan 59 (Andreas Kurniawan T/BBC).
Sumber:http://www.bandungbiser.com/detail&n=069059b7ef840f0c74a814ec9237b6ec
 

Sabtu, 01 Februari 2014


Kisah Haryanto Pemilik PO Haryanto


Kisah Haryanto merintis perusahaan angkutan PO Haryanto

PO. HaryantoMerantau ke Jakarta tanpa uang dan pendidikan, Haryanto akhirnya melamar sebagai anggota TNI. Setelah 20 tahun mengabdi di kesatuannya dengan pangkat terakhir kopral, ia justru sukses berbisnis angkutan umum. Kini penghasilannya tak kalah dengan para jenderal.

Gelutilah bisnis yang Anda kenal. Haryanto agaknya betul-betul menjalankan nasihat ini dengan disiplin tinggi. Berkat ketekunan, keuletan, dan tentu saja garis keberuntungan yang tergores di tangannya, Haryanto akhirnya memetik buah usahanya.


Bagi pria kelahiran Kudus 46 tahun yang lalu ini disiplin memang bukan hal aneh. Maklum, ia adalah mantan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Jangan pandang sebelah mata. Kariernya di TNI memang berakhir saat ia berpangkat kopral. Tapi, Haryanto benar-benar sukses mengelola bisnis. Saat ini ia memiliki 26 bus eksekutif yang melayani jalur Jakarta-Kudus PP, Jakarta-Pati PP dan Jakarta-Jepara PP. Selain itu, ia juga memiliki 150 unit angkutan kota (angkot) yang merajai seluruh trayek di Tangerang serta memiliki show room mobil.

Haryanto sendiri sebenarnya tak pernah menyangka ia akan menjadi pengusaha. Pasalnya, ia terlahir sebagai anak desa di Kudus, Jawa Tengah. Orang tuanya hanyalah buruh tani yang punya kerja sambilan sebagai tukang memisahkan tulang dan daging ikan di pasar. Adapun Haryanto, sejak kecil dididik untuk bekerja keras, mulai dari menggembala sapi milik tetangga, berjualan es atau sebagai tukang ngarit demi menambah penghasilan bagi kelangsungan hidup keluarganya. Maklum, keluarganya adalah keluarga besar. Haryanto adalah anak keenam dari sebelas bersaudara.

Meski ulet, ternyata Haryanto cukup bandel. Buktinya, ia tidak menyelesaikan sekolahnya di bangku Sekolah Teknik Menengah (STM) lantaran merasa tidak cocok. Ia lalu kabur dari rumah dan hijrah ke Tangerang. “Saya akan mengubah nasib,” begitu tekadnya waktu itu.

Berbekal tekad dan semangat yang kuat, di Tangerang Haryanto lalu mendaftar sebagai anggota TNI. Sejak kecil Haryanto memang bercita-cita bisa berseragam loreng sambil memanggul senjata. Cita-citanya itu akhirnya kesampaian juga. Tahun 1979 ia mulai bekerja di kesatuan angkatan udara Kostrad di Tangerang. “Saya dididik jadi pengemudi, tugas saya mengangkut alat-alat berat, meriam, beras untuk konsumsi dan perminyakan,” kenang Haryanto. Penghasilan yang ia kantongi waktu itu sekitar Rp 18.000 per bulan.

Bekerja sambilan jadi sopir angkot
Karena sudah bekerja dan mengantongi gaji, pada 1982 Haryanto memberanikan diri untuk menikah. Tapi, gaji belasan ribu yang diterimanya tiap bulan itu ternyata tak cukup untuk menambal semua kebutuhan hidupnya. Bahkan, rumah sewa berukuran 3 x 4 meter yang ia huni bersama dengan istrinya tak mampu ia bayar. “Untuk membayar sewa rumah saja saya utang,” kenangnya. Kepepet dengan kondisi keuangan yang minim inilah yang justru mempertebal semangat Haryanto untuk mulai mencari usaha sampingan. Pada 1984, dengan modal uang tabungan kurang dari Rp 1 juta, Haryanto nekat membeli satu unit mobil angkutan kota (angkot) buatan Daihatsu.

Ia pun lalu menjadi sopir bagi kendaraan pribadinya yang berpelat kuning. Waktu itu rute yang ia tempuh Pasar Anyar-Serpong. “Dulu masih kebun karet, jalannya juga enggak sebagus sekarang,” paparnya. Di sela-sela waktu bekerja sebagai sopir kendaraan militer di kesatuannya, Haryanto pun meluangkan waktunya untuk menyopiri angkotnya. Saban hari ia menyopir angkotnya pada pukul 15.00-16.00, kemudian bekerja di Kostrad hingga pukul 19.00. Selepas pukul 22.00, ia mulai mengemudikan angkotnya lagi hingga dini hari. Suka tidak suka, Haryanto harus mengurangi waktu tidurnya demi menafkahi istri dan ketiga anaknya.

Berkat rajin menyopiri angkotnya, tahun-tahun berikutnya Haryanto terus membeli angkot dari uang yang ia sisihkan. Modal untuk membeli angkot juga didapatnya dari hasil kerja sambilannya yang lain, sebagai perwakilan bus PO Sumber Urip yang ia tekuni sejak 1990-2000. Angkotnya terus beranak-pinak hingga puluhan dan terus bertambah menembus angka 100 unit. “Insya Allah sekarang saya telah memiliki jalur angkot hampir seluruh Tangerang,” ungkapnya penuh syukur. Saat ini sekitar 150 angkot ada dalam daftar asetnya. Dari usaha angkotnya saja, jutaan rupiah berhasil ia kantongi setiap hari.

Tapi, Haryanto bukan orang yang gampang berpuas diri. Tahun 1990 ia membuka satu gerai showroom mobil di Tangerang yang khusus menjual angkot dari beragam karoseri. Gerai ini tak membutuhkan modal yang banyak, Haryanto hanya menyiapkan lahan bagi mereka yang ingin menjual angkotnya. “Modalnya hanya kepercayaan,” tukas Haryanto. Showroom ini pun cukup laris, setiap bulan sekitar 20-30 unit mobil berhasil ia jual.

Pensiun dari kopral, gajinya jenderal
Karena putaran roda bisnisnya semakin kencang, Haryanto pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari kesatuannya di militer. Kendati usianya baru 43 tahun, tahun 2002 lalu, ia melayangkan surat pengunduran diri. “Saya enggak dapat pesangon, tapi dapat pensiun Rp 800.000 per bulan,” ujarnya.

Sejak pensiun itulah Haryanto justru sibuk dengan mainan barunya, yaitu PO Haryanto yang dirintisnya pada tahun yang sama. Waktu itu Haryanto mendapat kucuran kredit dari Bank BRI sekitar Rp 3 miliar. Uang itu ia gunakan untuk membeli enam unit bus senilai masing-masing Rp 800 juta. “Pinjaman itu saya pakai untuk uang muka beli bus,” katanya.

Semula Haryanto mengoperasikan busnya untuk rute Cikarang-Cimone kelas non-AC alias ekonomi. Sayangnya, bus jurusan ini sepi penumpang. Maka, ia mengalihkan ke bus eksekutif yang ber-AC dan membuat rute baru yang tujuannya tak jauh dari kampung halamannya, yaitu Jakarta-Kudus, Jakarta-Jepara, dan Jakarta-Pati. Demi menjaga kualitas, Haryanto mendidik sopir-sopirnya agar tidak ugal-ugalan dan diprotes penumpang. Walau sudah menjadi juragan, Haryanto pun tak segan-segan setiap hari nongkrong di terminal, memeriksa sendiri kondisi bus-busnya sambil mendengarkan keluhan penumpang.

Di garasinya kini sekitar 20 unit bus berjajar rapi. Adapun enam bus kelas ekonomi yang pertama ia beli dulu, dikandangkan terpisah dan tidak lagi ia lajukan di jalan raya. “Bus ekonomi nanti akan saya lepas Rp 200 juta per unitnya,” kata Haryanto. Salah satu kunci suksesnya sebagai pemain baru di bisnis bus antarkota antarprovinsi ini adalah karena ia berani mematok tarif 20% lebih murah ketimbang perusahaan otobus lain.

Tak heran, banyak penumpang yang kini melirik armada angkutannya sehingga pundi-pundi uang Haryanto lancar terisi. Dari putaran roda bisnis di bisnis beragam angkutan penumpang ini, Haryanto kini menangguk pendapatan yang lumayan. Karyawannya pun kini telah mencapai 500 orang. “Saya enggak nyangka sekarang bisa menjadi pengusaha,” ungkap Haryanto. Sebagai pengusaha, tentu saja penghasilan pensiunan kopral itu tak kalah dengan para jenderal.

Mengongkosi Sopir ke Tanah Suci
Pergi ke tanah suci adalah impian Haryanto, pemilik PO Haryanto. Itu sebabnya, ia selalu menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilannya. Berkat uang hasil tabungannya itulah, pada 1997, akhirnya ia bisa berangkat ke tanah suci bersama orang tua dan istrinya. Sejak kakinya menginjakkan tanah suci itulah ia berjanji pada dirinya untuk menjalankan bisnis ini dengan sungguh-sungguh. “Alhamdulillah saya bisa ke Mekkah juga dari hasil usaha angkot,” ujarnya kalem.

Haryanto agaknya sadar betul bahwa usahanya tak akan berhasil tanpa campur tangan Yang di Atas. Itu sebabnya, ia berikrar akan memberangkatkan sopir-sopirnya ke Tanah Suci. Maka dari itu, setiba dari Mekkah, kendati harga dolar sedang mahal-mahalnya, Haryanto memenuhi janjinya pada diri sendiri untuk memberangkatkan karyawannya naik haji. Kesempatan pertama itu ia hadiahkan pada satu orang sopir yang telah setia bekerja padanya. “Dia sopir pertama yang saya berangkatkan ke tanah suci,” ujarnya.

Tradisi memberangkatkan karyawannya itu terus ia pelihara hingga sekarang. Bagi karyawan yang taat dan tekun beribadah, Haryanto tak segan-segan membagi tiket untuk beribadah ke Mekkah. Kini setiap tahun sekitar lima karyawan berangkat naik haji atas biaya Haryanto.
Sumber : http://falsbusmania.blogspot.com/2013/04/kiah-haryanto-pemilik-po-haryanto.html

Spesifikasi Jetbus Adiputro

royal coach
Jetbus adalah Bus varian andalan dari Karoseri ADIPUTRO yang diluncurkan pada tanggal 22 Juli 2011 dalam event IIMS, sebenarnya nama Jetbus ini adalam pemberian dari salah satu client adiputro. Pada awalnya bus ini bernama Royal Coach, namun seiring waktu lebih terkenal dengan nama Jetbus. Berikut spesifikasi standar yang ditawarkan Jetbus Adiputro.

CHASSIS YANG DIDUKUNG :
MERCEDES BENZ: OH1518, OH1521, OH 1525, OH 1526, OH 1632, OH 1725, OH 1830, OH 2629
HINO: AK, RG, RK 235 / 260
JETBUS HD PO EFISIENSI ADIPUTROUkuran body
Standar :
Panjang : 12000 MM, Lebar : 2500 MM, Tinggi : 3300 MM
HI DECK :
Panjang : 12000 MM, Lebar : 2500 MM, Tinggi : 3500
Exterior
Body Panel : Galvanized Steel
Windscreen : Laminated Glass
Side Windows : Tempered Fixed Glass
Front Door : Swing/Sliding Manual/Pneumatic Plug
Rear Door : Swing/Sliding Manual/Pneumatic Plug
Driver Door : Without Door (Optional Driver Door)
Luggage : 6 Rack
Royal Coach
Interior
Flooring : Tarabus Flooring
Optional Seating Capacity
ENTERTAINMENT SYSTEM :
Video System : Up To 26" LCD TV
Audio System  : DVD Player + 8 Speakers
SAFETY FEATURES :
Emergency Door
Safety Hammer
Fire Extinguisher


Sumber : http://www.karoseri-id.com/2013/02/spesifikasi-jetbus-adiputro.html

PO NUSANTARA | KUDUS

PO NUSANTARA
PO NUSANTARA adalah salah satu Perusahaan Otobus terbesar di indonesia yang sudah berdiri 40 tahun lebih jadi pagi penggemar bus di indonesia pasti mengenal PO NUSANTARA. Kali ini saya akan membagikan sedikit sejarah singkat dari PO Nusantara dan memberikan beberapa Foto Bis PO Nusantara karena diluar sana sudah banyak yang menceritakan sejarah PO Nusantara lebih detail. Mungkin saya hanya akan menambahkan beberapa informasi terbaru dari PO Nusantara. Oke langsung saja menuju TKP. 
SEJARAH SINGKAT PO NUSANTARA
Berdiri tahun : 1968 di Kudus, Jawa tengah
Pendiri : Yonatan Budianto

TIMELINE
  • Tahun 1968 2 unit : GAZ buatan Uni soviet tahun 1965 Ex TNI AL 
  • Tahun 1969 5 unit : ZIEL tahun 1962 Ex TNI AU
  • Tahun 1970 :  THAMES buatan inggris tahun 1970 (Rangka kayu)
  • Tahun 1975 - 1977 : FORD buatan amerika (Body besi baja)
  • Tahun 1984 : Mercedes benz
Bus Pertama PO NUSANTARA
SERVICE
BUS BOEMEL | Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP)
Fasilitas AC dan Non AC
Jurusan; Semarang - Kudus - Pati - Rembang - Lasem
BUS BOEMEL PO NUSANTARA

BUS PATAS | Antar Kota Antar Propinsi (AKAP)
Fasilitas : AC, Rest Seat, TV, VCD/DVD , Seat 2-2
Jurusan: Jogjakarta, Semarang, Purwokerto, Wonosobo. Cirebon, Pekalongan, Tegal, Kudus dan Surabaya 

BUS PATAS PO NUSANTARA

BUS MALAM | Antar Kota Antar Propinsi (AKAP)
BUS AKAP PO NUSANTARA

BUS PARIWISATA 

BUS PARIWISATA PO NUSANTARA

COURIER SERVICES | Pengiriman Barang

BUS COURIER SERVICE PO NUSANTARA

SHUTTLE | Jurusan Semarang - Pekalongan PP
SHUTTLE PO NUSANTARA


Dari semua armada PO Nusantara kebanyakan adalah buatan dari Karoseri Adi Putro, Baik Jetbus dan Shuttle nya.
Yang lebih menarik adalah PO Nusantara menjadi trend center untuk karoseri - karoseri dengan armadanya yang terbilang "wah" karena untuk chasis - chasis Mercedes Benz terbaru misal OH 1626, OH 1830, dan OH 1836 PO Nusantara sudah memiliknya, Dan dibuktikan dengan JETBUS HD dengan chasis MB OH 1830 yang sempat Road Show Kudus - Jakarta di Mercedes benz Indonesia.

Beberapa foto Armada PO Nusantara

MB OH 1626 PO NUSANTARA

MB OH 1836 PO NUSANTARA

OMAH MLAKU PO NUSANTARA VOLVO
SCANIA OMAH MLAYU PO NUSANTARA

Scania K380 IB PO NUSANTARA

Nah dari beberapa cuplikan foto di atas Omah Mlaku dan Omah Mlayu merupakan salah satu produk PO Nusantara yang merupakan Home Bus yang sempat di liput oleh salah satu stasiun TV swasta di Indonesia.

Dan saat ini PO Nusantara sudah memiliki karoseri sendiri yaitu Karoseri Gemilang Nusantara dengan produk pertamanya Skybus.
 
 
Sumber : www.karoseri-id.com/2013/04/po-nusantara.html